Vihara Nam Hai, Surga Tersembunyi di Kabupaten Sukabumi

Surga Tersembunyi, Vihara Nam Hai Kwan Se Im Pu Sa

Vihara Nam Hai, Surga Tersembunyi di Kabupaten Sukabumi

(By : Nissa AMS)

Kalau mendengar kata Sukabumi apa yang terlintas di benak kalian?

Kalau saya, ketika mendengar kata Sukabumi maka yang terlintas dalam benak saya adalah kue mochi dan pedesaan. Yups, Sukabumi memang identik dengan oleh-oleh khasnya, Mochi. Walaupun di Jakarta kita juga bisa menjumpai banyak kue Mochi dengan berbagai variasinya, namun mochi Sukabumi yang ditempatkan dalam kotak bambu adalah mochi original yang harus dibeli kalau berkunjung ke kota ini.

Saya sendiri tidak asing dengan daerah bernama asli Soekaboemi ini. Ayah saya juga memiliki leluhur atau kakek yang berasal dari sukabumi, tepatnya di daerah Gunung Puyuh. Karena itu saya pernah berkunjung dan berkeliling di daerah tersebut. Namun untuk melakukan perjalanan jauh baru saya lakukan beberapa tahun lalu bersama teman-teman travelling saya (baca : bolo-bolo). Ketika sedang menempuh perjalanan tersebut saya jadi teringat nyanyian salah satu film kartun favorit saya dulu.

Mendaki gunung lewati lembah

Sungai mengalir indah ke samudera

Bersama teman bertualang

(OST Ninja Hattori)

Dalam tulisan kali ini, saya ingin mengajak para pembaca untuk sedikit mengenal Sukabumi lebih dekat. Sukabumi bukan hanya sekedar kue mochi, Sukabumi bukan hanya sebuah daerah di Provinsi Jawa Barat. Ada banyak objek wisata dimana kamu bisa menikmati keindahan alam dari tempat ini. Salah satunya adalah Vihara Nam Hai Kwan Se Im Pu Sa.

Looh, kok Vihara disebut sebagai tempat wisata?

Ketika membaca judul atau statement saya di atas pasti banyak yang akan berpikiran seperti itu. Semua orang (Kecuali yang sudah pernah berkunjung ke Vihara Nam Hai) pasti akan mengira bahwa semua vihara hanya berfungsi sebagai tempat ibadah. Namun kalau mereka berkunjung ke Vihara yang dikenal juga dengan nama Vihara Loji ini, pasti pikiran mereka akan berubah (seperti saya). Mau tahu seperti apa penampakan dari vihara ini? Kalau males baca tulisan yang panjang di blog ini, kamu bisa lihat cepat dengan hanya melihat foto-foto yang ada terlebih dahulu. Kalau tertarik, baru kamu baca tulisan dibalik foto-foto yang ada. Setelah itu kamu akan mengetahui kenapa saya menyebut Vihara Nam Hai sebagai salah satu surga tersembunyi yang ada di kabupaten Sukabumi.

Vihara Nam Hai, Surga Tersembunyi

Dikutip dari wikipedia, Kabupaten Sukabumi merupakan sebuah kabupaten di Tatar Pasundan, Provinsi Jawa Barat. Ibukota dari Kabupaten ini adalah Pelabuhan Ratu. Dengan luas 4.162 km2 atau 11.21% dari luas Jawa Barat, Kabupaten Sukabumi  menjadi Kabupaten terluas kedua di Pulau Jawa setelah Kabupaten Banyuwangi di Jawa Timur. Secara geografis, wilayah ini berbatasan dengan Bogor (Utara), Cianjur (timur), Samudera Hindia (selatan) dan Lebak (barat).

Peta Jawa Barat (Sumber Foto : dpdlpmjabar.blogspot.co.id)

 

Visi dan Misi Kabupaten Sukabumi

Visi : Terwujudnya Kabupaten Sukabumi yang religius dan mandiri

Misi :

  1. Meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat berbasis potensi ekonomi local melalui sektor agribisnis, pariwiwsata, dan industry berwawasan lingkungan;
  2. Mewujudkan sumber daya manusia yang berdaya saing tinggi dan religious
  3. Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan professional
  4. Optimalisasi pelayanan pubilk khususnya dibidang kesehatan, pendidikan dan infrastruktur Daerah

Dikutip dari laman wikipedia, secara administratif  kabupaten Sukabumi terdiri dari 47 kecamatan yang dibagi atas sejumlah 364 desa dan 4 kelurahan. Berikut adalah daftar kecamatan yang masuk kedalam wilayah kabupaten Sukabumi.

Wilayah Utara

  1. Kecamatan Cicurug
  2. Kecamatan Cibadak
  3. Kecamatan Cikidang
  4. Kecamatan Kalapanunggal
  5. Kecamatan Parakansalak
  6. Kecamatan Parungkuda
  7. Kecamatan Nagrak
  8. Kecamatan Ciambar
  9. Kecamatan Caringin
  10. Kecamatan Cisaat
  11. Kecamatan [[Cicantayan, Sukabumi|Cicantayan
  12. Kecamatan Cidahu
  13. Kecamatan Kabandungan
  14. Kecamatan Bojong Genteng

Wilayah Tengah

  1. Kecamatan Jampang Tengah
  2. Kecamatan Surade
  3. Kecamatan Jampang Kulon
  4. Kecamatan Cibitung
  5. Kecamatan Waluran
  6. Dan lain-lain

Wilayah Selatan

  1. Kecamatan Cisolok
  2. Kecamatan Ciracap
  3. Kota Palabuhan Ratu
  4. Dan lain-lain

Sedikit cerita sebelum perjalanan ke Vihara Nam Hai, Sukabumi

Perjalanan kami ke Sukabumi sebenarnya bisa dikatakan perjalanan dadakan. Biasanya kami merencanakan akan pergi ke suatu tempat beberapa minggu sebelum keberangkatan, namun kali ini tidak demikian. Kami baru merencanakan kepergian tersebut seminggu sebelumnya. Karena waktu yang sangat singkat, akhirnya kami memutuskan untuk pergi ke tempat yang tidak terlalu jauh. Dan pilihan pun jatuh ke Sukabumi. Alasannya adalah karena letaknya yang tidak terlalu jauh, ada rumah saudara yang bisa ditinggali dan karena memang belum pernah  menjelajah ke daerah ini.

Waktu itu kami putuskan berangkat Jumat sore, agar malam harinya sudah sampai di Sukabumi dan besok pagi bisa langsung menuju TKP (Tempat Kunjungan Pariwisata). Karena hari Jumat adalah hari kerja, maka masing-masing dari kami minta ijin pada kantor untuk pulang lebih awal.

Membayangkan sesaknya kereta jam pulang kantor membuat kami enggan untuk ikut berdesak-desakan dengan mereka. Lebih baik pulang lebih awal. Untungnya kami bekerja di kantor yang berbeda, sehingga perusahaan tidak akan complain kalau satu karyawannya ijin pulang lebih cepat hari itu.

Dalam perjalanan kali ini, kami mengunjungi 3 (tiga) tempat, salah satunya adalah Vihara Nam Hai Kwan Se Im Pu Sa. Alasan kami mengunjungi tempat tersebut adalah karena referensi dari teman yang pernah berkunjung ke sana dan karena tempat tersebut dekat dengan Pelabuhan Ratu. 

Vihara Nam Hai Kwan Se Im Pu Sa (disebut juga Vihara Nam Hai, Vihara Loji atau Kuil Dewi Kwan Im) dibangun pada tahun 2000 oleh seorang wanita berkebangsaan Thailand bernama Anotahi Kamonwathin atau yang dikenal dengan nama Mama Airin. Vihara ini dibangun atas dasar mimpi yang dialami oleh Mama Airin. Dalam mimpi tersebut Mama Airin diminta untuk membangun vihara yang berada di dekat laut. Konon kabarnya, penampakan vihara dalam mimpi Mama Airin tersebut sama dengan Vihara Nam Hai saat ini. Letaknya berada di pesisir laut, dekat dengan Pelabuhan Ratu.

Ada Apa di Vihara Nam Hai ?

Apabila kita sudah sampai di depan vihara ini, maka kita akan disambut oleh sepasang naga berkepala 7 tujuh) dan sepasang singa berwarna putih. Naga tersebut memiliki ekor yang sangat panjang dan memanjang ke atas. Sedangkan kedua patung singa putih berdiri tegak di sebelah naga seolah-olah menjaga pintu masuk yang akan dilintasi oleh orang-orang.

 

(Sumber Foto : Dokpri)

(Sumber Foto : Dokpri)

 

Seperti yang saya sebutkan di awal tulisan ini, vihara yang dibangun oleh Mama Airin ini bukan hanya diperuntukkan untuk ibadah. Vihara ini merupakan perpaduan keagamaan, budaya dan pemandangan alam. Hal ini menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan lokal atau mancanegara untuk mengunjungi tempat ini. Dalam suatu wawancara yang dikutip dari akun Youtube milik Budi Mawardi disebutkan bahwa pengunjung yang datang ke vihara loji lebih banyak wisatawan dibanding orang yang datang untuk beribadah.

Nuansa keagamaan terlihat dari adanya altar-altar khusus untuk dewa/dewi yang ada dalam agama budha Thailand. Nuansa budaya dapat dlihat dari adanya pendopo Ratu Pantai Selatan (Nyi Roro Kidul), pendopo Prabu Siliwangi dan pendopo Eyang Semar. Sedangkan nuansa pemandangan alam (salah satunya) dapat dilihat ketika kita sampai di puncak vihara. Pemandangan laut selatan yang biru nan indah membuat kita akan merasa betah memandangi keindahan alam tersebut.

 

Nuansa Religi di Vihara Nam Hai

Altar Dewi Bumi

(Sumber foto : indonesiakaya.com)

Altar Dewa Julaihut

Sumber foto : jalanjajanhemat.com)

Dibelakang Altar Dewa Julaihut (Sumber foto : Dokpri)

 

 

Altar Dewa Four Face

Sumber foto ; indonesiakaya.com)

Altar Dewi Kwan Im

(Sumber foto : indonesiakaya.com) 

Sumber foto : Dokpri)

Nuansa Budaya di Vihara Nam Hai

Altar Prabu Siliwangi

(Sumber foto : indonesiakaya.com)

Altar Ratu Pantai Selatan

(Sumber foto : indonesiakaya.com)

Altar Eyang Semar

(Sumber foto : indonesiakaya.com)

Nuansa Pemandangan Alam di Vihara Nam Hai

Pemandangan Pelabuhan Ratu Dari Atas Vihara

 

(Sumber Foto : Dokpri)

 

(Sumber Foto : Dokpri)

Vihara Nam Hai, Surga Tersembunyi di Sukabumi yang patut kamu kunjungi

Ketika membaca judul di atas, mungkin beberapa pembaca blog ini akan bertanya-tanya kenapa Vihara Nam Hai ini bisa dikatakan sebagai Surga Tersembunyi yang ada di Indonesia. Berikut adalah alasan mengapa Vihara Nam Hai dapat dikatakan surga tersembunyi yang patut kamu kunjungi kalau sedang berada di Sukabumi.

  • Letaknya sendiri yang berada di atas bukit sesuai dengan istilah surga sendiri yang konon katanya berada jauh di atas langit. Ketika sudah sampai ke tempat ini pun, kamu harus melewati ratusan anak tangga baru bisa sampai ke puncak. Ada yang mengatakan jumlah anak tangga yang akan kamu lalui adalah 500, ada pula yang mengatakan 300. Kalau saya sendiri ketika berada di sana lebih suka mengabadikan tempat-tempat yang unik dalam bentuk foto daripada menghitung anak tangga. Hehhehe, kalau kamu penasaran, yuks coba berkunjung ke vihara ini.

Sumber Foto : Dokpri

  • Kalau kamu sudah sampai di altar paling atas, kamu dapat melihat pemandangan laut selatan yang sangat indah. Hal tersebut sama dengan filosofi dari surga sendiri yang merupakan tempat dengan pemandangan yang indah.

(Sumber Foto : indonesiakaya.com)

  • Jika kita mencari informasi terkait wisata di Sukabumi (Vihara Nam Hai, Uung Genteng, Pelabuhan Ratu, Citarik dll) maka kamu akan menemukan bahwa Vihara Nam Hai memiliki hasil pencarian yang paling sedikit. Itu artinya, masih sedikit blogger atau orang-orang yang pernah mengunjungi tempat ini. Itu artinya pula, tempat ini bisa dikatakan masih tersembunyi alias belum banyak yang tahu.

(Sumber Foto : Dokpri)

Setelah bercerita panjang lebar mengenai menara Nam Hai dan juga memandangi foto-foto yang ada, pasti pembaca blog ini ingin mengunjungi tempat itu kan?? Hehhe, supaya memudahkan para sahabat pembaca, berikut saya berikan ilustrasi singkat mengenai “Bagaimana saya bisa sampai ke Vihara Nam Hai”.

Karena perjalanan saya dan bolo-bolo dimulai dari Jakarta, maka saya akan memberikan informasi bagaimana agar sampai ke Sukabumi (Vihara Nam Hai) dari Jakarta dan sekitarnya.  Kami berlima berangkat dari tempat yang berbeda, ada yang dari daerah Jakarta, ada yang dari Depok dan ada pula yang dari Bogor. Untuk itu kami mengambil titik pertemuan kami di stasiun Bogor. Setiap orang bebas menentukan akan berangkat jam berapa dari lokasinya masing-masing, yang penting sampai di stasiun bogor tepat waktu karena perjalanan akan dilanjutkan dengan kereta api menuju  Sukabumi.

 

Dari stasiun Bogor kami melanjutkan perjalanan dengan menggunakan kereta Api Pangrango di stasiun Paledang. Untuk menuu stasiun ini kami hanya perlu menyebrang jalan ke arah KFC. Stasiun Paledang tidak jauh dari KFC tersebut. Kalau bingung bisa tanya-tanya sama orang yang ada di sana. Karena kami sudah membeli tiket kereta api online  lewat tiket.com, kami tidak perlu mengantri di loket pembelian tiket, kami hanya perlu mencetak tiket KA yang sudah kami beli lewat mesin yang ada di stasiun. Keuntungan membeli tiket secara online adalah kepastian. Kepastian jadi berangkat alias gak bakal kehabisan tiket dan kepastian tempat duduk karena sudah sekalian booking seat yang ada ketika memesan tiket KA online. Untuk harga tiketnya adalah 20.000 (ekonomi) dan 50.000 (eksekutif)

Setelah sampai stasiun Sukabumi saya sarankan Anda sudah tahu apakah akan langsung ke vihara atau mau keliling kota Sukabumi dulu. Kalau mau cari penginapan dan bingung mau nginep dimana, bisa juga cari di tiket.com. Saya sarankan juga untuk sewa kendaraan karena untuk menuju vihara Nam Hai tampaknya belum ada angkot (angkutan kota) yang lewat daerah itu.

Apabila sudah ada kendaraan, Anda tinggal menuju jalur yang menuju pelabuhan ratu. Nanti apabila ada papan petunjuk jalan, ikuti saja pentunjuk jalan yang ada. Vihara Nam Hai berada di desa Loji, Simpenan.

Papan petunjuk jalan menuju Vihara Nam Hai (Sumber Foto : sukabumitoday.com)

Apabila kamu sudah menemukan papan "Selamat datang" ini, maka tujuan kamu sudah semakin dekat.

(Sumber foto : jalanjajanhemat.com)

Beli Tiket Secara Online

Jika kamu bukan berasal dari daerah sukabumi dan ingin berwisata ke daerah ini, saya sarankan untuk membeli tiket sebelumnya (tidak pada saat hari-H/di loket). Hal ini untuk mencegah (kemunginan) akan kehabisan tiket. Sayangkan kalau rencana gagal karena tiket KA yang sudah habis terjual.

Tentukan tempat untuk menginap

Tidak semua traveller merupakan traveller terencana. Ada juga yang suka dadakan. Namun jenis traveller manapun Anda, ketika berkunjung dan ingin menjelaah Sukabumi saya sarankan untuk menginap. Sayang kalau cuma sehari berada di kota ini, ada banyak tempat wisata yang bisa dikunjungi. Selain ke Vihara Nam Hai, kamu juga bisa sekalian mampir ke pelabuhan ratu, gunung sunda, bukit karang numpang dan masih banyak lagi obek wisata di Sukabumi yang patut Anda kunjungi

Sewa Kendaraan

Karena lokasi wisata Sukabumi tersebar di beberapa tempat, ada baiknya Anda menyewa kendaraan untuk bisa menjelajah. Kalau 'ngeteng' sebenarnya mungkin bisa, tapi agak ribet dan gak praktis. Waktu bisa habis untuk menunggu kendaraan yang bisa membawa Anda ke tempat tujuan

Bawa baterai cadangan atau pwer bank

Low Battery merupakan bencana bagi para traveller. Karena itu, sebaiknya Anda membawa baterai cadangan atau power bank untuk mengisi daya handphone Anda dikala sedang sekarat dan tidak ada tempat untuk charging. Kalaupun Anda membawa kamera digital, saya sarankan bawa baterai cadangan juga (kalau ada). Sayang kalau kita tidak bisa mengabadikan moment-moment saat menjelajah.

Bawa cemilan

Lupakan diet (bagi yang sedang diet). Saat rekreasi adalah saat Anda merasakan kebebasan. Anda akan membutuhkan cemilan selama diperjalanan. Ketika berkunjung ke Vihara Nam Hai ini, saya merasakan kalau cemilan adalah penolong di saat kita merasa lapar sementara perjalanan masih jauh. Untuk ke tempat ini Anda membutuhkan waktu sekitar 2 jam, adi bawalah cemilan yang banyak.

Jangan tidur selama perjalanan

Bagi yang berencana mengunjungi vihara Nam Hai, saya sarankan Anda untuk tidak tidur selama perjalanan. Kenapa? karena Anda akan melewatkan pemandangan indah menuu tempat tersebut.

Lebih seru beramai-ramai

Kalau berekreasi, lebih seru kalau kita ada temannya. Karena itu, ajaklah teman atau keluarga yang memiliki hobi yang sama dengan kita untuk ikut menjelajah. Selain untuk teman selama perjalanan (biar gak magay atau mati gaya), adanya teman membuat kalian tidak akan kesulitan ketika ingin berfoto bersama pemandangan (baca : ada fotografernya)

Yups, demikian cerita saya mengenai salah satu #surgatersembunyi di Indonesia yang pernah saya kunjungi. Semoga cerita ini bisa menginspirasi dan bermanfaat bagi yang membacanya. Untuk yang ingin berkunjung ke Vihara Nam Hai, berikut saya sertakan alamat lengkap yang bisa dijadikan acuan untuk sampai ke sana.

Alamat Vihara Nam Hai

Kampung Cibutun RT. 43 RW. 12, Blok Citaringgul Desa Kertajaya/Loji, Kecamatan Simpenan, Pelabuhan Ratu, Sukabumi Jawa barat.

Selamat Berwisata dan Menemukan #SurgaTersembunyi lainnya

Posted in BLOGPOST, TRAVELLING and tagged , , , , .

Leave a Reply