December 17, 2018

Jatuh Bangun Cintaku Pada Kekuatan Alami Si Kuning, Temulawak

Keakrabanku dengan temulawak bermula ketika aku dinyatakan sedang mengandung anak pertamaku. Sebelumnya bukannya aku tidak tahu apa itu temulawak, tapi aku memilih untuk tidak ‘dekat’ dengan ramuan rempah tersebut. Aku tidak suka dengan rasa ataupun bau dari tumbuhan yang memiliki ciri berwarna kuning itu. Bukan hanya temulawak, aku juga tidak menyukai kunyit, jahe, lengkuas dan ramuan herbal lainnya. Alasannya sama, karena aku tidak suka dengan rasa dan bau mereka.

Tapi, semuanya berubah saat negara api mulai menyerang aku tahu kalau aku hamil. Singkat kata singkat cerita, kehidupanku seperti berputar 180 derajat. Hari-hariku harus diwarnai dengan sesuatu yang alami, Back To Nature begitulah istilah kerennya. Aku yang dulunya sangat menyukai makanan junk food, kini tidak boleh lagi mengkonsumsi makanan tersebut. “Lebih baik makan masakan rumah, lebih terjamin gizinya”, begitulah kata mamaku. Mamaku juga sering menasehati agar aku tidak mengkonsumsi kafein, “Lebih baik tidak usah mengkonsumsi kafein dulu, kasian anakmu!”. Saat itu mamaku berubah menjadi chef dan dokter pribadi yang selalu mengatur dan mengawasi makanan yang aku konsumsi setiap hari. 

Katanya, supaya tidak gampang terserang penyakit aku harus mengkonsumsi makanan bergizi dan menghindari makanan yang menganggu sistem kekebalan tubuh. Dimulai dengan menghindari makanan junk food dan ber-micin, mengkonsumsi banyak sayuran dan buah-buahan sampai mengkonsumsi ramuan tradisional untuk stamina dan daya tahan tubuhku. Kata mamaku lagi, ibu hamil itu sebisa mungkin jangan mengkonsumsi obat-obatan, baik itu obat dokter atau obat yang dijual bebas dipasaran. Sesuai peribahasa, lebih baik mencegah daripada mengobati. 

anissams.id (4) (1)

Temulawak dan Kehamilan Pertamaku

Temulawak

Salah satu ramuan rempah yang sering aku konsumsi ketika hamil adalah sari temulawak. Temulawak merupakan tumbuhan obat yang termasuk dalam keluarga Zingiberaceae dan memiliki nama latin Curcuma Xanthorrhiza. Kalau yang tidak ‘akrab’ dengan bumbu dapur, pasti akan sulit membedakan antara temulawak dan kunyit. Bentuk fisik keduanya memang tampak serupa tapi tak sama. Untuk membedakannya kita bisa lihat dari ukuran, warna dan rasa kedua tumbuhan tersebut. Temulawak memiliki bentuk yang lebih panjang daripada kunyit yang cenderung pendek dan lebar. Untuk warna, kunyit cenderung memiliki warna orange yang mencolok sedangkan temulawak memiliki warna kuning yang soft (tidak terlalu kuning). Kalau dirasa, temulawak memiliki rasa pahit dan pedas, sedangkan kunyit memiliki rasa pahit dan ada sedikit rasa manis didalamnya. Nah, sudah bisa membedakan wujud temulawak dan kunyit kan!

Ketika hamil anak pertamaku, aku sering mengkonsumsi sari Temulawak untuk daya tahan tubuhku. Temulawak merupakan salah satu tumbuhan yang memiliki banyak manfaat, salah satunya adalah kekuatan alami untuk menjaga stamina atau daya tahan tubuh manusia. Seseorang yang sedang hamil harus memiliki daya tahan tubuh ekstra agar ia dan bayi dalam kandungannya sehat selalu. Seperti kata mamaku, ibu hamil itu tidak boleh sering-sering mengkonsumsi obat-obatan, karena itu aku harus menjaga tubuhku agar tidak terserang penyakit. Salah satu caraku untuk menghindari virus penyebab penyakit adalah dengan sari Temulawak. Dan untungnya saat hamil aku jarang terkena penyakit, dalam jangka waktu 9 (sembilan) bulan aku hanya terkena sakit flu dan batuk satu kali dan itu pun tidak lama. Dengan bantuan temulawak dan teman-temannya aku berhasil menghalau penyakit untuk singgah di dalam tubuhku. Kekuatan alami yang dimiliki oleh temulawak memang sungguh hebat dan dahsyat

Manfaat Temulawak Bagi Tubuh Manusia _ (1) (1) (1)

Penghianatanku pada alam, Kembali ke Kebiasaan Lama

Ketika anakku sudah berumur 6 bulan, aku memutuskan untuk kembali bekerja (Red. menjadi kuli kantoran). Saat itu aku sempat seperti orang yang baru keluar dari penjara. Aku bebas! Begitulah yang ada dalam pikiranku. Junk food yang dulu sudah aku jauhi kini kudekati kembali. 1 mangkok penuh sayuran yang dulu  menjadi menu wajibku, kini hanya berwujud satu porsi kecil dan itu-pun kadang tidak aku habiskan. Konsumsi kafein yang sempat hilang kini kembali lagi dengan alasan kafein tersebut adalah ‘cemilan’ dan dopping di saat-saat pikiranku sedang tertekan oleh pekerjaan. Singkat kata, aku seperti berpaling dari alam. Kembali ke jaman dimana rasa adalah segalanya.

Tidak berapa lama sejak kebiasaanku tersebut kembali, aku mulai merasakan kalau tubuhku seperti sedang unjuk rasa atau protes. Sakit flu dan batuk mulai menyerang di bulan kedua aku bekerja. Padahal ketika aku hamil aku jarang sekali terkena penyakit ini.

Bukan hanya batuk dan flu, aku juga sempat menderita nyeri sendi dan rasa lelah yang sangat menganggu. Ketika sakit itu aku menyimpulkan, tubuhku bereaksi karena gaya hidup tidak sehat yang kembali aku tekuni. Faktor usia, tekanan atau stres di tempat kerja, polusi udara dan juga gaya hidup tidak sehat bisa menjadi penyebab seseorang gampang terkena penyakit, mungkin aku salah satunya. Karena itu, aku memutuskan untuk kembali ke alam, mencoba meningkatkan daya tahan tubuhku dengan sesuatu yang alami.

Herbadrink, Sari Temulawak

Kembali (Lagi) ke Kehidupan Alami, Gaya Hidup Sehat Untuk Tubuh yang Sehat dan Kuat

Kekuatan Alam-Temulawak (1)

Setelah 2x terserang penyakit, akhirnya aku mencoba untuk merubah kebiasaanku. Kembali menghindari makanan cepat saji atau junk food, lebih banyak mengkonsumsi sayuran dan juga mengganti kebiasaan mengkonsumsi kafein dengan minuman herbal.

Karena sebagian besar kehidupanku habis di gedung bernama kantor, sebenarnya agak sulit untuk menjalani niat tulusku untuk kembali ke kehidupan alami, namun sulit itu bukan berarti tidak mungkin. Sebelum berangkat kantor, aku biasakan untuk sarapan di rumah sedangkan untuk makan siang aku lebih sering membawa bekal dari rumah. Selain lebih terjamin kualitasnya aku pun bisa menghemat pengeluaranku karena tidak perlu membeli makanan di kantin kantor yang bisa dibilang tidak murah. Untuk kafein yang biasa menemani saat-saat suntukku di kantor, aku memilih mengkonsumsi minuman herbal dari Herbadrink. Ada banyak variant yang bisa dipilih dari brand ini, seperti  sari jahe, sari temulawak dan lidah buaya. Tapi dari sekian banyak varian yang dikeluarkan oleh perusahaan Konimex ini, aku lebih sering mengkonsumsi Sari Temulawak karena aku mengincar kekuatan alami untuk staminaku sehari-hari. Aku perlu kekuatan ekstra untuk menjalankan perananku sebagai ibu dari anakku, seorang kuli karyawan perusahaan pembuatan kosmetik yang selalu dikejar-kejar target launching dan juga sebagai seorang blogger.

Herbadrink, Temulawak

Memulai Hidup Alami Dengan Kebaikan Alami Herbadrink

Kalau dipikir-pikir, memulai hidup alami itu tidak sulit kok! Dan kalau saran saya jangan dibawa sulit atau rumit. Orang yang baru ingin memulai hidup sehat pasti langsung berpikir kalau hidup sehat itu harus mengikuti 100% seluruh kaidah-kaidah dalam gaya hidup sehat secara bersamaan. Kalau seperti itu pasti akan terasa berat di awal dan malah akhirnya tidak jadi menjalankan hidup sehat. Kalau saran saya, mulailah sesuatu dari hal yang kecil terlebih dahulu, mungkin bisa dicoba dengan mengkonsumsi minuman herbal dari Herbadrink. Kalau saya, karena saya ingin memiliki kekuatan daya tahan tubuh yang ekstra saya minum sari temulawak. Namun kalau mau khasiat lain mungkin bisa dilirik varian sari jahe untuk masuk angin, kembung dan mual atau lidah buaya untuk melancarkan buang air besar dan pencernaan.

7 Alasan Kenapa Herbadrink Menjadi Minuman Herba-Break Favorit Saya

Konimex

Konimex merupakan perusahaan farmasi di Indonesia yang didirikan sejak tahun 1967. Sepak terjangnya di dunia pembuatan obat-obatan dalam kurun waktu lebih dari 50 tahun membuatnya menjadi perusahaan farmasi nasional yang tidak dapat diragukan lagi. 

Resep Tradisional

Herbadrink dibuat dengan menggunakan resep tradisional Indonesia, dimana ramuan herbal yang dibuat sebagian besar komposisinya berasal dari alam. Kalau diperhatikan, pada kotak atau kemasan Herbadrink ada logo Alami yang berarti kandungan yang terdapat di dalamnya memang alami.

Teknologi Tinggi

Herbadrink dibuat dengan teknologi tinggi sehingga tidak menghilangkan fungsi asli dari ramuan herbal tersebut.

Praktis

Herbadrink dibuat dengan kemasan sachet dan tinggal diseduh dengan air hangat atau dingin (sesuai selera)

Tanpa Ampas

Dengan teknologi tinggi, jamu Herbadrink ini dibuat dengan tidak menyisakan ampas. 

Rasanya Segar dan Lezat

Kamu tidak akan tahu bagaimana rasanya kalau belum mencobanya. Trust me! Jamu ini enak. Kalau kamu biasanya tidak suka jamu karena rasa dan baunya (seperti saya), pasti kamu akan suka kalau mencoba Herbadrink.

Teregistrasi BPOM

Kalau dilihat dikemasan/dus Herbadrink, kamu akan temukan ada kode BPOM. Kalau untuk Sari Temulawak kodenya adalah TR 132273641.

Alhamdulillah, setelah rutin menjalani hidup sehat dengan kekuatan baik dari temulawak, badanku terasa lebih sehat dan segar setiap hari. Pernah suatu hari, ada 3 (tiga) orang yang terserang batuk dan flu di kantorku, lokasi tempat duduk kami berdekatan. Tapi untungnya saat itu aku tidak tertular virus influenza dari mereka. Ada yang bilang, sakit bisa masuk ke tubuh kita kalau kondisi tubuh kita tidak fit. Kalau badan fit dan kuat, penyakitpun akan enggan singgah dan menetap dalam tubuh. 

Yuks mulai sekarang percayakan kekuatan tubuh kita pada kekuatan dari alam.

herbadrink, Sari temulawak
%d bloggers like this: